PuTaRaN WaKtU
Abad 21, abad yang mencekik mulut-mulut orang atas dan orang bawah
Bergerak tak lagi nyaman, jadi saja sesak napas
Debu-debu berkeliaran di jalan-jalan, macet tidak karuan
Dari mobil, motor sampai mesin yang paling canggih bergeraknya
berkumpul mengempul jadi barisan tentara yang mau perang dengan senjata
Tapi ulahnya seradak-seruduk, sudah tidak teratur
Dan tidak mau di atur
Semaunya dewek bae, asal hati senang kecengan pun riang jalan-jalan
naik yang bermesin kuda larinya kenceng, tapi kalau mogok dianya ngambek
Dewasa sekarang manusia bisa tunggang langgang, yang penting punya cewek mau jelek, pendek, tinggi, bahenol, semok, sampai demplon
Tapi awas jangan tertipu sama polesan di wajahnya
yang tertutup dempul padat padat seperti asap
Yang kalau kena matahari langsung mencair
apalagi ditambah pakaian yang super mewah ala produk luar merknya blablabla
Padahal itu produk cimall yang di hampar di pinggiran jalan raya
Belum lagi bibir yang menor dengan pulasan cat cair
yang kalau kena hujan lumer, mleber kemana-mana
Begitu pula dengan gaya berjalan yang semena-mena
tidak lihat kiri dan kanan, pas betul seperti kuda Pony punya si Pak Joni
yah, kayak sudah tidak punya mata
Mungkin matanya sudah diganti sama mata kuda kali ya…..
Dan juga lalu lalang di jalan serta hinggar binggarnya kota yang memekakkan
telinga orang desa, namun begitu orang desa ikut berdendang,
bergoyang-goyang dengan musik dangdut koplo ala mereka sendiri
Pinggul di goyang terus pantat di tepak, lalu parang pun tertancap
di dada para pemuda yang mabuk kepayang melihat penyanyi penyanyi bertelanjang
Belum lagi gemerlap lampu disko jalanan atau yang di ruangan
makin meriah dan jadi gila oleh alunan musik party dengan musik ajeb-ajebnya
Yang biasanya berakhir sampai pagi, dan terdengarlah bunyi
Kukuruyuk….petok…..petok…!!!……Kukuruyuk……petok…...petok…!!!!
Malam jum’at
Di pemakaman umum
04:45 pagi hari Wib